Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Penantian 800 hari

…800 hari aku menanti,

it’s ok if they call me fool, I do fool…

-Jakarta, 30 Agustus 2011. 03.50 pm-

(masih) di kamarku tercinta, seorang diri…

Di luar hujan sayang, dan hujan slalu mengingatkanku padamu…

Hari ini Idl Fitri’ku yang ketiga tanpamu..

Dan, studiku sudah selesai…

Bahagia, karna akhirnya mampu mencapai tahap ini. Sedih, karna tak ada dirimu di sisiku…

Dear love,

Hari ini ku dengar kabar bahwa kepulanganmu akan diundur…

Selalu seperti itu, hal yang ku takutkan akhirnya terjadi…

Ah, sudahlah… aku sudah lelah bertengkar tentang sesuatu yang tidak akan pernah ada penyelesaiannya…

Hampir 800 hari aku menanti, it’s ok if they call me fool, I do fool…

Aku ingin menyerah, sangat ingin menyerah…

Kapan penyiksaan ini berakhir? Aku bukan patung yang bisa kau tinggal, lalu kau kunjungi sesuka hati…

Ya, aku tau ini bukan kehendakmu, tapi ini hidupmu! Kau dan semua institusi yang kau atas namakan!

Aku lelah, aku sudah terlalu lama menanti, seperti orang bodoh…

Don’t judge me with those words ‘You don’t love me’… I do love you, too much.

Cinta yang ku mengerti tidak seperti ini.., aku bahkan harus bermimpi untuk bertemu denganmu,

if only you know… it’s hurt so bad…

Melalui hari sendirian, tanpamu… kau pikir aku sehebat itu ?! so don’t blame me if I let somebody else to love meblame yourself… you’re never there…

Aku menanti melodi yang mengatakan hujan ini akan berlalu, berganti dengan pelangi yang mengatakan kamu akan kembali kepadaku…

Mengingatkanku betapa kuat cinta kita kala itu, menguatkan hatiku untukmu…

Love, waiting for you is just like waiting forever.. like never be owned, you’d never be mine..

I’m letting you fly, but never let you go…

I have your heart, but never know you.., having your love but never with you…

And when it comes to meet you again, it means that my time for waiting will start again…

But, anyway dear… I love you, as I always do…

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.